BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Unggas adalah salah satu ternak yang diharapkan mampu mencukupi kebutuhan protein di Indonesia karena harganya yang relatif murah dan juga mengandung zat gizi yang lengkap dalam pemenuhan gizi masyarakat.Termasuk kelompok unggas adalah burung merpati (pedaging dan balap) ayam kampung, itik, kalkun, burung puyuh, ayam dan angsa yang sekarang sudah diusahakan secara komersial. Hasil pokok dari unggas adalah daging dan telur yang pada zaman sekarang ini sudah ditingkatkan demi tercapainya konsumsi protein hewani yang penting, sementara hasil sampingan berupa bulu dan kotoran serta kotoran kesenangan (ornamental) sebagai hasil khusus (Anonimous, 2011).
Peranan unggas dari tahun ketahun semakin meningkat karena unggas mampu memberi kontribusi yang tinggi tehadap pembangunan bidang pertanian, khususnya sub bidang peternakan perkembangan teknik pembibitan sejalan dengan perbaikan mutu genetik yang dilakukan oleh para ahli genetik. Para ahli memiliki catatan individu burung merpati yang merupakan dasar untuk membentuk strain burung merpati yang sesuai dengan tujuan yang diinginkan contohnya strain burung merpati yang menghasilkan produk daging dan tingkat efisiensi pakan yang tinggi. Formula pakan yang disusun sudah melalui perhitungan yang cermat, sehingga pakan yang diberikan mengandung kandungan zat pakan atau makanan (zat pakan) yang mencukupi kebutuhan burung merpati sesuai dengan tipe dan strain, dengan ini produksi suatu usaha peternakan dapat dicapai dengan sangat efisien (Anonimous, 2011).

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apa saja jenis burung merpati yang digolongkan berdasarkan pemeliharaannya ?
2. Apakah faktor internal dan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi konsumsi pakan burung merpati ?
3. Berapa dan apa sajakah kandungan zat pakan yang dibutuhkan burung merpati ?

1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, dapat diambil tujuan sebagai berikut :
1. Dapat membedakan jenis burung merpati berdasarkan pemeliharaannya
2. Dapat menghindari faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi menurunnya konsumsi pakan burung merpati
3. Dapat memberikan jenis dan kandungan zat pakan yang sesuai dengan kebutuhan burung merpati

1.4 Manfaat
Berdasarkan tujuan diatas, dapat diambil manfaat sebagai berikut :
1. Memahami jenis – jenis burung merpati berdasarkan pemeliharaannya
2. Mengurangi faktor internal maupun faktor eksternal yang dapat mempengaruhi menurunnya konsumsi pakan burung merpati
3. Zat pakan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan oleh burung merpati

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Jenis – Jenis Burung Merpati
Burung merpati adalah termasuk jenis burung yang akrab dengan manusia. Merpati tak hanya dipelihara sebagai satwa kesayangan, yaitu sebagai ternak hias dan balap. Ternak yang dijadikan lambang kesetiaan (sifat monogamous = satu pasangan) dan perdamaian ini juga termasuk salah satu penghasil daging yang cukup baik. Bagaimana tidak, dengan siklus yang relatif pendek yaitu 35 hari sepasang merpati sudah mampu menghasilkan keturunan. Ini berarti dalam kurun waktu satu tahun sepasang merpati mampu menghasilkan keturunan 10 kali dengan jumlah litter size 2 ekor (Anonimous, 2011).
Diantara kelebihan merpati dibandingkan dengan binatang lain adalah kemampuan mengenali medan, tidak banyak menuntut persyaratan khusus untuk kelangsungan hidupnya, makanan dan perawatannya cukup mudah, gampang dikembangbiakkan, termasuk ternak yang mudah untuk dijinakkan dan juga keragaman jenisnya. Berikut adalah beberapa jenis merpati yang digolongkan berdasarkan tujuan pemeliharaannya :
1. Merpati pacuan (Carrier Pigeon)
Banyak diminati orang karena daya terbangnya kuat. Ciri-cirinya antara lain : sosok tubuh yang gagah tetapi terlihat ramping, bulu tipis dan kaku, kulit pada tonjolan hidungnya tebal dan besar. Merpati pacuan memiliki kemampuan terbang sejauh 200 km, tetapi kemampuan merpati jelajah modern bias mencapai 1.500 km. Merpati yang termasuk jenis ini antara lain : Belgian homer, tumbler, flyingtipper, flight, merpati pos dan yang popular di Indonesia adalah merpati lokal yang dilatih untuk dijadikan merpati pacuan (Anonimous, 2011).

2. Merpati hias
Lahir karena nilai rekreatif dan kesenangan. Merpati hanya dipandang dari sudut keindahan warna bulu dan bentuk tubuh. Merpati yang termasuk jenis ini antara lain : Jacobin (lebih terkenal dengan sebutan merpati jambul), Satinette (paruhpendek), English Pouter (jangkung), Frillback, dan Florentine. Merpati hias yang popular di Indonesia adalah merpati kipas (Fantail) (Anonimous, 2011).
3.Merpati konsumsi
Dikenal juga dengan sebutan merpati potong atau pedaging. Sebenarnya semua jenis merpati bisa dijadikan merpati potong. Merpati yang termasuk jenis ini adalah Carneau dan Mondaine. Jenis merpati potong yang popular di Indonesia adalah Hummer King. Anakan Hummer King umur satu bulan bisa mencapai bobot 6-7ons dan siap jual (Anonimous, 2011).

2.2 Faktor Internal dan Faktor Eksternal
Setiap jenis makanan merpati, baik yang sengaja kita berikan kepada merpati maupun yang diperolehnya sendiri, mengandung unsur-unsur zat pakan (zat gizi) yang konsentrasinya sangat bervariasi, tergantung pada jenis, macam dan keadaan bahan makanan tersebut yang secara kompak akan mempengaruhi tekstur dan strukturnya. Unsur zat pakan (zat gizi) yang terkandung di dalam bahan makanan secara umum terdiri atas air, protein, lemak, karbohidrat, mineral dan vitamin. Setelah dikonsumsi oleh merpati, setiap unsur zat pakan (zat gizi) berperan sesuai dengan fungsinya terhadap tubuh merpati untuk mempertahankan hidup dan berproduksi secara normal. Tinggi rendah konsumsi pakan pada merpati sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal (lingkungan) dan faktor internal (kondisi merpati itu sendiri).
a) Temperatur lingkungan
Merpati dalam kehidupannya menghendaki temperatur lingkungan yang sesuai dengan kehidupannya, baik dalam keadaan sedang berproduksi maupun tidak. Kondisi lingkungan tersebut sangat bervariasi dan erat kaitannya dengan kondisi merpati yang bersangkutan yang meliputi jenis merpati, umur, tingkat kegemukan, bobot badan, keadaan penutup tubuh (kulit, bulu), tingkat produksi dan tingkat kehilangan panas tubuhnya akibat pengaruh lingkungan (Anonimous, 2011).
Apabila terjadi perubahan kondisi lingkungan hidupnya, maka akan terjadi pula perubahan konsumsi pakannya. Konsumsi pakan merpati biasanya menurun sejalan dengan kenaikan temperatur lingkungan. Makin tinggi temperatur lingkungan hidupnya, maka tubuh merpati akan terjadi kelebihan panas, sehingga kebutuhan terhadap pakan akan turun. Sebaliknya, pada temperatur lingkungan yang lebih rendah, merpati akan membutuhkan pakan karena merpati membutuhkan tambahan panas. Pengaturan panas tubuh dan pembuangannya pada keadaan kelebihan panas dilakukan merpati dengan cara radiasi, konduksi, konveksi dan evaporasi (Anonimous, 2011).
b) Palatabilitas
Palatabilitas merupakan sifat performansi bahan-bahan pakan sebagai akibat dari keadaan fisik dan kimiawi yang dimiliki oleh bahan-bahan pakan yang dicerminkan oleh organoleptiknya seperti kenampakan, bau, rasa (hambar, asin, manis, pahit), tekstur dan temperaturnya. Hal inilah yang menumbuhkan daya tarik dan merangsang merpati untuk mengkonsumsinya (Anonimous, 2011).
c) Selera
Selera sangat bersifat internal, tetapi erat kaitannya dengan keadaan “lapar”. Pada merpati , selera merangsang pusat saraf (hyphotalamus) yang menstimulasi keadaan lapar. Merpati akan berusaha mengatasi kondisi ini dengan cara mengkonsumsi pakan. Dalam hal ini, kadang-kadang terjadi kelebihan konsumsi (overat) yang membahayakan merpati itu sendiri (Anonimous, 2011).
d) Status fisiologi
Status fisiologi merpati seperti umur, jenis kelamin, kondisi tubuh (misalnya bunting atau dalam keadaan sakit) sangat mempengaruhi konsumsi pakannya (Anonimous, 2011).
e) Konsentrasi zat pakan
Konsentrasi zat pakan yang sangat berpengaruh terhadap konsumsi pakan adalah konsentrasi energi yang terkandung di dalam pakan. Konsentrasi energi pakan ini berbanding terbalik dengan tingkat konsumsinya. Makin tinggi konsentrasi energi di dalam pakan, maka jumlah konsumsinya akan menurun. Sebaliknya, konsumsi pakan akan meningkat jika konsentrasi energi yang dikandung pakan rendah (Anonimous, 2011).
f) Bentuk pakan
Merpati lebih menyukai pakan bentuk butiran (pakan yang dibuat pellet atau dipotong) dengan ukuran partikel yang lebih mudah dikonsumsi dan dicerna (Anonimous, 2011).
g) Bobot tubuh
Bobot tubuh merpati berbanding lurus dengan tingkat konsumsi pakannya. Makin tinggi bobot tubuh, makin tinggi pula tingkat konsumsi terhadap pakan. Meskipun demikian, kita perlu mengetahui satuan keseragaman berat badan merpati yang sangat bervariasi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengestimasi berat badannya, kemudian dikonversikan menjadi “berat badan metabolis” yang merupakan bobot tubuh merpati tersebut (Anonimous, 2011).
Berat badan merpati dapat diketahui dengan alat timbang. Dalam praktek di lapangan, berat badan merpati dapat diukur dengan cara mengukur panjang badan dan lingkar dadanya. Kemudian berat badan diukur dengan menggunakan formula:
Berat badan = Panjang badan (inci) x Lingkar Dada2 (inci) / 661
Berat badan metabolis (bobot tubuh) dapat dihitung dengan cara meningkatkan berat badan dengan nilai 0,75.
Berat Badan Metabolis = (Berat Badan) x 0,75
Kebutuhan pakan yang bergizi banding bobot tubuh merpati kurang lebih sekitar 25 g/kg.
Dasar persyaratan gizi merpati adalah protein, energi (yang terbaik adalah sumber karbohidrat dan lemak) mineral dan vitamin. Semua gizi ini ditemukan di seluruh biji-bijian yang digunakan untuk pakan merpati tetapi perbedaannya adalah dalam jumlah zat pakan yang diperlukan oleh merpati untuk setiap kondisi/keadaan. Saat pembiakan atau kondisi ternak/pembiakan dibutuhkan protein yang lebih tinggi dibanding kebutuhan karbohidrat. Saat pelatihan atau balap dibutuhkan energy/karbohidrat yang lebih tinggi, daftar persentase mineral/grit ,vitamin dan serat dalam pakan juga harus didaftar dalam urutan peringkat utama dari bahan campuran pakan merpati (Anonimous, 2011).
Beberapa sumber karbohidrat dan lemak yang terbaik dapat diperoleh dari jagung, ketan hitam, beras merah,beras putih,kenari seed,millet,dll. Beberapa sumber protein terbaik dapat diperoleh dari kacang-kacangan seperti kedelai,kacang hijau,kacang merah,dll. Mineral/grit,vitamin dan serat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan dari merpati (Anonimous, 2011).

2.3 Kebutuhan Zat Pakan
Pada umur 1 bulan sampai masa panen (2 bulan), merpati sudah bisa makan sendiri. Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari. Usahakan pakan habis dalam waktu 30-60 menit, agar tak menimbulkan bau busuk yang bisa mengundang kuman penyakit (bakteri, virus, jamur, dll). Yang terpenting adalah susunan ransum dan porsi pemberian pakan. Pakan merpati bisa dibuat dari bahan jagung kuning (50 %), gandum (34 %), je-wawut (9 %), kacang tanah (5 %) dan beras (2 %). Bahan-bahan itu diramu dalam bentuk butiran pecah (Anonimous, 2008).
Kebutuhan nutrien untuk merpati hampir sama dengan jenis unggas lainnya. Satu pengecualian utama adalah burung merpati dewasa membutuhkan grit untuk membantu menggiling dan mencerna biji-bijian yang dikonsumsinya. Pakan merpati terdiri atas unsur-unsur ransum campuran antara biji-bijian, mineral, grit dan air minum atau dalam bentuk pellet. Formula grit yang baik untuk merpati terdiri atas 40% kulit kerang, yang digiling kasar, 35% kapur atau grit granit, 10% arang kayu keras, 5% tulang yang digiling, 5% kapur dan 4% garam yodium (Anonimous, 2010).
Komposisi pakan yang terdiri atas biji-bijian disarankan adalah 35% jagung, 22,7% kacang kapri, 19,8% gandum dan 18% milo dengan kadar protein minimum 14%. Pemberian pakan pada merpati cukup mudah karena merpati menyukai jagung, kedelai, kacang tanah dan gandum. Komposisi pakan yang baik untuk merpati ini terdiri atas protein kasar 13,5%, karbohidrat 65,0%, serat kasar 3,5% dan lemak 3,0%. Selain itu, merpati juga membutuhkan mineral dan vitamin. Pada musim panas merpati membutuhkan jagung 25% dan pellet 75%, sedangkan musim dingin jagung dapat diberikan sebanyak 50% dan pellet 50%. Pakan merpati sebaiknya mengandung protein kasar 16% dari total rasio pakan. Merpati mengonsumsi biji-bijian sekitar 100-150g ekor/pasang, dengan rataan konsumsi sebesar 130,25g/hari/pasang. Untuk jenis merpati Hing, sementara jenis Homer rataan konsumsi pakannya sekitar 111,64/g/hari/pasang (Anonimous, 2010).
Kandungan gizi dalam 100 gr jagung adalah sebagai berikut :
– Kalori : 355 kkal – Protein : 9,2 gr
– Lemak : 3.9 gr – Karbohidrat : 73,7 gr
– Kalsium : 10 mg – Posfor : 256 mg
– Besi : 2,4 mg – Vitamin A : 510 SI
– Vitamin B1 : 0,38 mg – Air : 12 gr
(Kartini, 2011)

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kebutuhan nutrien untuk merpati hampir sama dengan jenis unggas lainnya. Satu pengecualian utama adalah burung merpati dewasa membutuhkan grit untuk membantu menggiling dan mencerna biji-bijian yang dikonsumsinya. Pakan merpati terdiri atas unsur-unsur ransum campuran antara biji-bijian, mineral, grit dan air minum atau dalam bentuk pellet. Formula grit yang baik untuk merpati terdiri atas 40% kulit kerang, yang digiling kasar, 35% kapur atau grit granit, 10% arang kayu keras, 5% tulang yang digiling, 5% kapur dan 4% garam yodium.
Komposisi pakan yang baik untuk merpati ini terdiri atas protein kasar 13,5%, karbohidrat 65,0%, serat kasar 3,5% dan lemak 3,0%. Selain itu, merpati juga membutuhkan mineral dan vitamin. Pada musim panas merpati membutuhkan jagung 25% dan pellet 75%, sedangkan musim dingin jagung dapat diberikan sebanyak 50% dan pellet 50%.

3.2 Saran
Pakan untuk burung merpati hendaknya mengandung biji – bijian dan zat pakan pakan harus sesuai dengan jenis maupun kebutuhan burung merpati.

DAFTAR PUSTAKA
Anonimous. 2008. Memasyarakatkan Merpati Pedaging. http://suaramerdeka.com /v1/index.php/read/cetak/2008/10/10/33938/Memasyarakatkan-Merpati-Pedaging
Anonimous. 2010. Hobi Burung Merpati. http://merpatibalap.wordpress.com/
Anonimous. 2011. Menangkap Peluang Dengan Merpati Potong. http://disnak.jabarprov.go.id/index.php?mod=detilSorotan&idMenuKiri=345&idSorotan=109
Anonimous. 2011. Makanan/Pakan Merpati.http://galerimerpati.blogspot.com /2010/01/makananpakan-merpati.html
Anonimous. 2011 Pendahuluan. http://micksihite.blogspot.com/p/laporan-semester-praktikum-produksi.html
Kartini. 2011. Kandungan Zat Pakan Jagung. http://putramegatawang.com/kandungan-zat pakan-jagung.html.

TUGAS PENKOM ZIP

September 24, 2013 | Leave a Comment

Kompress File

Kompress file dapat menggunakan WinRAR, WinRAR dapat mengekstrak dan memperkecil ukuran file dengan bernagai macam format. Seperti format yang sudah full populer seperti RAR dan ZIP. dan banyak format lainnya yang didukung oleh software WinRAR ini selain format RAR dan ZIP. Sehingga ketika anda ingin upload suatu file yang besar, dengan mengkompres file tersebut dengan WinRAR sehingga dapat memperkecil ukuran file, sehingga ukuran menjadi kecil dan upload file menjadi sangat cepat.

Efek dari mengkompress file adalah kualitas dari file baik gambar,suara/video menurun namun penggunaan WinRAR lebih menghasilkan hasil kompressan yang berkualitas lebih baik dari Zip.

File yang telah dikompress menjadi kecil ukurannya dikarenakan telah diresize atau dikompress dengan menggunakan WinRAR,7Zip.

3 Metode Kompress :

1.) Windows Compression Method
Metode Compress yang digunakan Windows untuk menghemat HardDisk, atau dengan kata lain, memperkecil ukuran file.. Namun, tipe compress ini, tidak akan berpengaruh sama sekali pada kualitas file.

Cara menggunakan metode ini, silahkan klik kanan file/folder yang anda ingin compress dengan metode ini, kemudian di Tab General, Tekan Tombol Advanced, Centang pilihan “Compress Contents to Save Disk Space.”

2.) Zip/Rar Compression Method
Kompresi dengan metode ini akan menghasilkan file baru berekstensi .zip / .rar (sebenarnya masih banyak ekstensi kompresi lain), file yang dihasilkan akan dikompresi menjadi lebih kecil.Metode ini tak akan menurunkan kualitas file.

3.) File BitRate Compression Method
Metode ini adalah pengompresian BitRate, ini hanya berlaku pada file Suara (.mp3, wav, dll) dan Video (.wmv, .mpg, dll). Dalam hal ini,yang akan diperkecil BitRate nya, sehingga kualitas file suara/video tersebut akan menurun, namun, ukuran file pun akan menciut dengan perbandingan kompresi yang cukup tinggi, sehingga file menjadi kecil ukurannya dan bitrate-nya.
Metode ini hanya dapat digunakan menggunakan program external, bukan dari Windows itu sendiri, contohnya, MAGIX, JetAudio, dll.

Tugas Penkom

September 15, 2013 | Leave a Comment

Input: memasukkan data

Output: mengeluarkan data

Storage: untuk menyimpan data contoh: flashdisk, harddisk, disket, cd.

Spesification:

System:

Microsoft Windows XP

Home Edition

Version 2002

Service Pack 3

Registered to:

Acer

76477-OEM-0011903-00100

Acer Incorporated

Intel(R) Atom (TM)

CPU N 280 @ 1,66GHz

1,66 GHz, 0,99 GB of RAM

 

Pengantar Komputer

September 3, 2013 | Leave a Comment

Mata kuliah ini berlangsung di Laboratorium Komputer yang terletak di LSI. Dengan dua asprak. Mata kuliah ini mempelajari tentang dasar-dasar dari ilmu komputer.

Hello

September 3, 2013 | Leave a Comment

Hello im a newbie on wordpress 😀

My First Blog :D

October 6, 2011 | Leave a Comment

This is my first Blog, how about you? (^_^) mihihi

Hello world!

October 6, 2011 | 1 Comment

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!